Sinopsis SEE (TV Series 2019)
SINOPSIS FILM seri SEE
Sepanjang film ini lebih banyak dibayangi oleh
kesenduan, suasana hutan dan kesamar-samaran cahaya. Berjalan cukup lambat dan
diselingi adegan-adegan action.
Kisah ini datang dari masa depan umat manusia, 500
tahun setelah puncak peradaban manusia. Mungkin bumi sampai pada kejenuhan,
lalu terjadilah hal yang aneh. Ras manusia menjadi buta, dan menurunkan
generasi yang tidak dapat melihat. Namun mereka dapat bergerak layaknya manusia
normal, mengandalkan indra-indra yang lain. Mereka tidak mengenal huruf. Untuk literasi mereka menggunakan sandi yang terbuat tali tali. Pesan-pesan rahasia disampaikan lewat cara itu.
Baba Voss (Jason Momoa) adalah kepala suatu suku di
pedalaman, melindungi sekelompok kecil komunitas yang tentu semuanya tidak
dapat melihat. Kisah ini dimulai dengan proses kelahiran anak kembar Maghra
(Hera Hilmar), istri Baba Voss. Namun keduanya bukanlah anak kandung Baba,
melainkan seorang tokoh misterius Jarlamarel. Baba Voss tahu itu bukan anak
kandungnya, namun cintanya jauh lebih besar dari ayah kandung si kembar, Kofun
dan Haniwa.
Baba Voss sendiri sebenarnya anak kelam dari suku
entah berentah yang datang ke suku gunung tersebut dalam keadaan tidak berdaya,
takut, penuh kemerahan dan tidak percaya siapapun. Namun ia dirawat oleh Paris
(Alfre Woodard), seorang perempuan yang mengasihinya seperti anak sendiri.
Orang-orang dalam kisah ini disebut witch atau
dukun, atau tabib. Maka ada seorang jenderal hebat yang dengan mudah menemukan
siapapun yang dicarinya. Ia disebut witchfinder. Ia adalah orang kepercayaan
ratu Kane, seorang pemimpin pasukan. Ia membawa pasukannya memburu siapapun
yang menjadi musuh ratu. Dalam hal ini adalah Maghra dan kedua anaknya yang
rupanya bisa melihat.
Maghra adalah adik dari ratu Kane (Sylvia Hoeks).
Entah bagaimana ceritanya sehingga ia keluar dari istana dan masuk ke dalam
hutan. Istana itu sendiri adalah sebuah bendungan raksasa. Ratu tampaknya adalah
orang yang tidak seimbang secara mental. Kemungkinan karena ia dikhianati oleh
Jaramarel yang lebih memilih adiknya ketimbang dirinya. Sehingga sepanjang
cerita 8 seri ini adalah usaha pencarian terhadap Maghra yang dilindungi oleh
Baba Voss.
Kofun dan Haniwa diwariskan buku bacaan oleh Jaramarel,
dan diberikan secara diam-diam oleh “nenek” mereka Paris. Seperti kebanyakan
orang mereka dapat mengerti sandi tali, lewat sandi itulah mereka belajar
membaca dan menulis sehingga dapat membaca buku-buku dari box rahasia yang
diambil Baba Voss di puncak air terjun.
Pelarian mereka akhirnya terhenti di tepi danau, Ketika
rakit mereka tidak bisa lagi didorong ke dalam danau yang sedang surut. Saat
itu mereka bertemu dengan Boots, seorang anak yang lain dari istri yang lain
dari Jarlamarel. Mereka menerima pemuda ini dalam keluarga ini, namun ternyata
ia mengkhianati mereka. Keluarga ini pun terpisah. Boots membawa Baba, Paris,
Kofun dan Haniwa ke gua yang sulit untuk keluar lagi. Sedangkan Maghra menghadap
Witchfinder dan memperkenalkan identitas aslinya sebagai anak raja. Witchfinder
mengakuinya dan membawa putri Maghra sekaligus menyelamatkan kakaknya, ratu
Kane, yang diculik tukang kain sutra.
Baba Voss dan kelompok kecilnya berhasil keluar dari
gua dan berjalan tanpa tujuan, namun berakhir pada sebuah Lorong Panjang yang
menghantar pada kediaman tokoh misterius Jarlamarel. Hanya Kofun dan Haniwa
yang boleh masuk. Jarlamarel bisa melihat, dan tinggal di sebuah tempat bekas
penjara. Ia menamakannya sebagai tempat cahaya, karena cuma di situ yang ada
listrik. Manusia yang satu ini memiliki misi agar semakin banyak orang yang
bisa melihat, maka ia meniduri perempuan di mana pun agar mewarisi ras manusia
yang bisa melihat. Namun rupanya ia memiliki misi lain. Ia menjual Haniwa
kepada tentara, dan berniat membunuh Kofun.
Baba Voss datang tepat waktu menyelamatkan Kofun,
dan bersama-sama mereka mencari Haniwa. Di tempat lain, Maghra berhasil
membangun rasa percaya diri sebagai seorang puteri, sehingga dapat menyaingi
kakaknya. Ia membuat peraturan agar tidak ada lagi usaha pencarian para tabib
(whichfinder), mereka harus hidup dengan damai tanpa permusuhan, lalu
memerintahkan prajurit untuk mencari dan menyelamatkan keluargnya, Baba Voss dan
kedua anaknya.
Comments
Post a Comment